Ikan Unik Danau Singkarak (Bilih)

Ikan Bilih (Mystacoleuseus Padangensis) adalah nama ikan yang hidup di danau Singkarak, Sumatera Barat.Sebenarnya masih ada dua spesies bilih yang lain, yakni yang berada di daerah Danau Maninjau (Sumatera Barat) dan sekitar Sungai Amazon (Brazil). Namun, Ikan bilih jenis ini tidak dapat hidup selain di danau Singkarak yang merupakan habitatnya, kalaupun keberadaannya ditemukan di sungai-sungai kecil sekitarnya itu merupakan terusan dari danau.

Suatu kali, seorang ilmuwan Amerika berkunjung dan membawa bibit bilih ini ke negaranya untuk dikembangkan, namun hasilnya nihil. Meski menggunakan teknologi dan peralatan canggih jenis apapun ikan bilih tetap tak bisa hidup. Hal ini dikarenakan oleh adaptasi ikan yang luar biasa terhadap susunan kimia air Danau Singkarak yang unik.

Ukurannya sedikit lebih besar dari ikan teri hanya saja memiliki bentuk badan yang pipih dan lonjong. Tidak begitu jelas mengapa dinamakan bilih, karena menurut bahasa Minangkabau sendiri bilih sendiri berarti iblis atau setan.

Saat ini, ikan bilih sudah mulai menyusut jumlahnya akibat endemiknya spesies ini dan kurangnya perhatian dari para penduduk di sekitar danau dan pemerintah wilayah Sumatera barat umumnya. Dan bila hal ini terus dibiarkan, dikhawatirkan dalam waktu sepuluh tahun lagi bilih akan punah dari bumi.

 

Jika anda melintasi Danau Singkarak, Solok, Sumatera Barat maka jangan lupa untuk singgah di rumah makan Onang. Rumah makan ini meyediakan dua menu khas makanan Solok yaitu Palai (pepes) dan Sala (peyek) ikan Bilih.

Kedai ini terletak di Desa Kayu Aro, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. Lokasinya masih sekitar 20 Km dari Danau singkarak. Tidak sulit untuk menemukan kedai ini. Jika dari arah Gunung Kerinci Jambi ke arah Solok maka dekat bukit kecil yang benama bukit Putus anda akan menemui sebuah bangunan arsitektur Minangkabau yang sederhana. Itulah rumah makan Onang.

Pepes Ikan Bilih SolokSama seperti masakan Sunda, Palai (Pepes) ikan Bilih dibungkus dengan daun pisang, kemudian dibakar. Harumnya sangat menggugah selera. Rasa Palai yang Gurih pedas bertemu dengan rasa asli ikan Bilih yang Gurih agak manis. Versi rumah makan Onang Palai Ikan Bilih dikombinasikan dengan rasa asam. Maka jadilah rasa gurih, asam, manis, pedas menjadi satu.

PEYEK IKAN BILIH.

Peyek ikan Bilih danau SingkarakSelain palai, warung Onang juga menyediakan menu khas Solok lainnya yaitu Sala(peyek) ikan Bilih. Peyeknya dibuat dari tepung beras dengan bumbu jahe, kunyit dan cabai.

Ikan bilih yang menjadi bahan utama Palai dan Sala merupakan ikan endemik danau Singkarak. Masyarakat setempat sudah lama memanfaatkan ikan bilih sebagai menu lauk pauk sehari-hari. Namun sekarang sudah jarang orang yang mampu membuat palai ikan bilih seperti jaman dulu, menurut ibu Rosna.

Jadi jangan lupa jika ke Danau Singkarak Sumatera Barat, mampirlah ke warung makan Onang untuk mencicipi palai dan sala ikan bilih yang menggugah selera.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: