Lele Bermutasi Pemakan Manusia

Posted in Uncategorized on January 10, 2011 by bungarahayuf

Sejak tahun 1998 hingga 2007, tiga orang lenyap tenggelam mendadak di Great Kali River, sungai yang melintang di perbatasan antara Nepal dan India utara. Hal ini sangat aneh karena kawasan itu bukanlah habitat buaya dan predator air lain.

Terakhir, dari saksi mata yang melihat kejadian, seorang anak terlihat diseret ke dalam air oleh sesuatu yang tampak seperti babi berukuran panjang. Setelah itu, korban tidak pernah terlihat lagi, hidup atau mati. Demikian pula sisa-sisa tubuh ataupun pakaiannya.

Kasus-kasus itu memicu Jeremy Wade, biolog asal Inggris untuk mengamati apa yang ada di dalam sungai tersebut. Pasalnya, serangan hanya terjadi di kawasan tertentu, sepanjang sekitar 6 sampai 8 kilometer. Kawasan itu, menurut keterangan penduduk, merupakan kawasan di mana mereka biasa melarungkan jasad saudara-saudara mereka yang telah meninggal setelah dibakar.
Setelah meneliti menggunakan alat pengukur kedalaman, ia memastikan tidak ada lubang ditemukan, artinya serangan tidak diakibatkan oleh turbulensi yang terjadi di air.

Benar saja, tak lama setelah itu, dari jarak sekitar 1 kilometer dari serangan terakhir, seekor kerbau yang sedang minum di sungai yang hanya memiliki kedalaman 1 meter diserang dan diseret oleh sesuatu dari dalam air.

“Apapun yang mampu menyeret kerbau sebesar itu pasti memiliki ukuran dan bobot seberat 90 sampai 140 kilogram,” ucap Wade, seperti dikutip dari Discovery, 29 Desember 2010.

Dalam penelitian bawah air, Wade menemukan goonch catfish, serupa ikan lele yang memiliki panjang satu meter. Namun ikan itu gagal ditangkap. Penelitian lebih lanjut, diketahui bahwa terdapat beberapa kelompok goonch dan enam di antaranya berukuran sebesar manusia.

Setelah gagal menangkap ikan itu dengan alat pemancing, Wade coba memancing pemunculan ikan itu menggunakan seonggok kayu bakar dan disusun seolah-olah merupakan bekas kremasi jasad orang meninggal. Ternyata sukses.

Seekor goonch berukuran panjang 1,8 meter dan berbobot 75,5 kilogram, atau 3 kali lebih berat dibanding goonch lainnya berhasil ditangkap. Ikan ini diperkirakan cukup besar dan kuat untuk memakan seorang anak kecil, namun tak cukup besar untuk menyeret dan menyantap seekor kerbau.

Dari keterangan penduduk, Wade menyimpulkan bahwa ‘ikan lele’ itu telah bermutasi menjadi berselera terhadap daging manusia. Ikan juga tumbuh menjadi raksasa setelah terus mengonsumsi daging setengah matang sisa-sisa jasad manusia yang dilarungkan dan tenggelam di dasar sungai.

Posted in Uncategorized on January 10, 2011 by bungarahayuf

Ini profil saya

Bunga Marpeti

Buat Lencana Anda

Ga mau Di Ganggu

Posted in Uncategorized on January 1, 2011 by bungarahayuf

Malam ini ga seperti malam biasanya,,

Biasanya kau tak pernah mengahampiri diriku,tapi sekarang engkau mengapa ingin dekati diriku,,..

Dekat dengan ku,mencium diriku,,.Tambah lama lebih dekat dan makin mendekati ku,,.

Ku tak butuh perhatian darimu,,Aku mohon jauhi diriku,,..

Aku tak mau dengan mu,,.Pergiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

Pergiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

 

Kamu boleh mendekati orang yang lebih mebutuhakn kamu,aku tak betuh kamu..,

Kamu hanya keialan bagiku..,

Menjauh lah kauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu

 

I hate u nyamukkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk

 

Sejarah Ngarai Sianok

Posted in Uncategorized on December 21, 2010 by bungarahayuf

Misteri di dalam Ngarai Sianok Lembah Raksasa di Sumatera Barat from blak-blakan.com – Sebuah lembah indah yang terletak di Gunung Singgalang menjadi ikon pariwisata andalan Provinsi Sumatera Barat.

Ngarai Sianok, nama lembah elok ini berada di perbatasan kota Bukittinggi, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Bentangan megah lembah terjal memanjang hingga mencapai 15 kilometer. Lebarnya 200 meter dengan kedalaman jurang sampai 100 meter.

Karena dialiri “Batang Sianok” yang artinya sungai yang jernih, ngarai atau lembah ini disebut Ngarai Sianok. Batang Sianok kini bisa diarungi dengan menggunakan kano dan kayak yg disaranai oleh suatu organisasi olahraga air “Qurays”. Rute yang ditempuh adalah dari Desa Lambah sampai Desa Sitingkai Batang Palupuh selama kira-kira 3,5 jam

Ngarai Sianok memanjang dan berkelok sebagai garis batas kota dari selatan Ngarai Koto Gadang sampai di Ngarai Sianok Enam Suku, dan berakhir di Palupuh, merupakan bagian dari patahan yang membelah dua Pulau Sumatera. Patahan yang terkenal dengan nama Patahan Semangko (bentuknya bagaikan semangka dibelah) ini membentuk dinding yang curam, bahkan tegak lurus dan membentuk lembah yang hijau – hasil dari gerakan turun kulit bumi (sinklinal) – yang dialiri Batang Sianok yang airnya jernih. Di zaman kolonial Belanda, jurang ini disebut juga sebagai kerbau sanget, karena banyaknya kerbau liar yang hidup bebas di dasar ngarai.

Ngarai Sianok yang juga kerap disebut sebagai “Dream Land of Sumatera” memiliki panorama alam yang sangat mempesona dan udaranya begitu sejuk. Laksana selimut beludru hijau dikelilingi perbukitan asri, inilah penampakan lembah indah ini bila dilihat dari atas. Pada bukit-bukit di Ngarai Sianok tumbuh tanaman langka seperti Rafflesia atau Bunga Bangkai, tanaman obat-obatan, dan lain sebagainya. Di dasar ngarai Anda bisa berjalan-jalan santai, menyapa penduduk setempat yang tinggal di area permukiman di sekitarnya. Anda pun dapat menjumpai fauna beragam di Ngarai Sianok seperti monyet ekor panjang, siaman, simpai, rusa, babi hutan, macan tutul, dan tapir.

Jika dinikmati dari Taman Panorama yang sengaja dibangun oleh pemerintah daerah di bagian kawasan Bukit Tinggi, keindahan Ngarai Sianok tampak sangat luar biasa. Dari Taman Panorama tersebut pula banyak wisatawan lokal maupun mancanegara menikmati matahari terbit dan tenggelam di Ngarai Sianok. Keindahannya begitu menakjubkan dan merupakan target yang bagus bagi fotografer profesional maupun amatir serta pelukis alam untuk mengabadikannya.

Ketika matahari terbit menyibak langit dan muncul dari celah-celah lereng ngarai dengan cahaya menyilaukan, atau saat “sang raja siang” itu bersiap rebah menjelang senja dengan meninggalkan jejak-jejak jingga di sisi dinding ngarai, merupakan pemandangan indah yang sangat sayang untuk dilewatkan.

Bila Anda ingin menikmati keindahan ngarai dari Taman Panorama, cukup membayar retribusi sebesar Rp 3.000 per orang. Di Taman Panorama, pengunjung juga dapat menikmati pula lokasi wisata Lobang Jepang di bawah tanah kawasan Ngarai Sianok. Hanya saja perlu membayar biaya pemandu lagi sekitar Rp 20.000. Letak Lobang Jepang ini sekitar 40 meter di bawah tanah. Lubang ini didirikan pada 1942-1945 oleh penduduk-penduduk setempat atas perintah paksa tentara Jepang. Di dalam lorong bawah tanah, terdapat 21 lorong kecil. Di antaranya ada lorong penyimpanan amunisi, dapur, penjara, ruang sidang, ruang penyiksaan, tempat pengintaian, tempat penyergapan, dan pintu pelarian.

Untuk mencapai Taman Panorama Ngarai Sianok yang berjarak sekitar 1 km dari pusat Kota Bukittinggi (kawasan Jam Gadang dan Pasar Atas) dapat dilakukan dengan menggunakan kendaraan atau berjalan kaki sembari menikmati kesejukan udara Bukittinggi. Pemandangan Ngarai yang memukau bisa dinikmati dari sana seraya melihat kelincahan monyet-monyet ngarai yang hidup bebas di kawasan Taman tersebut.

Sejumlah maskapai penerbangan menyediakan jadwal terbang dari Jakarta ke Bandara Internasional Minangkabau, Padang. Dari Padang, menuju Bukittinggi yang berjarak 90 km dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan sewa atau minibus.

Ikan Unik Danau Singkarak (Bilih)

Posted in Uncategorized on December 20, 2010 by bungarahayuf

Ikan Bilih (Mystacoleuseus Padangensis) adalah nama ikan yang hidup di danau Singkarak, Sumatera Barat.Sebenarnya masih ada dua spesies bilih yang lain, yakni yang berada di daerah Danau Maninjau (Sumatera Barat) dan sekitar Sungai Amazon (Brazil). Namun, Ikan bilih jenis ini tidak dapat hidup selain di danau Singkarak yang merupakan habitatnya, kalaupun keberadaannya ditemukan di sungai-sungai kecil sekitarnya itu merupakan terusan dari danau.

Suatu kali, seorang ilmuwan Amerika berkunjung dan membawa bibit bilih ini ke negaranya untuk dikembangkan, namun hasilnya nihil. Meski menggunakan teknologi dan peralatan canggih jenis apapun ikan bilih tetap tak bisa hidup. Hal ini dikarenakan oleh adaptasi ikan yang luar biasa terhadap susunan kimia air Danau Singkarak yang unik.

Ukurannya sedikit lebih besar dari ikan teri hanya saja memiliki bentuk badan yang pipih dan lonjong. Tidak begitu jelas mengapa dinamakan bilih, karena menurut bahasa Minangkabau sendiri bilih sendiri berarti iblis atau setan.

Saat ini, ikan bilih sudah mulai menyusut jumlahnya akibat endemiknya spesies ini dan kurangnya perhatian dari para penduduk di sekitar danau dan pemerintah wilayah Sumatera barat umumnya. Dan bila hal ini terus dibiarkan, dikhawatirkan dalam waktu sepuluh tahun lagi bilih akan punah dari bumi.

 

Jika anda melintasi Danau Singkarak, Solok, Sumatera Barat maka jangan lupa untuk singgah di rumah makan Onang. Rumah makan ini meyediakan dua menu khas makanan Solok yaitu Palai (pepes) dan Sala (peyek) ikan Bilih.

Kedai ini terletak di Desa Kayu Aro, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. Lokasinya masih sekitar 20 Km dari Danau singkarak. Tidak sulit untuk menemukan kedai ini. Jika dari arah Gunung Kerinci Jambi ke arah Solok maka dekat bukit kecil yang benama bukit Putus anda akan menemui sebuah bangunan arsitektur Minangkabau yang sederhana. Itulah rumah makan Onang.

Pepes Ikan Bilih SolokSama seperti masakan Sunda, Palai (Pepes) ikan Bilih dibungkus dengan daun pisang, kemudian dibakar. Harumnya sangat menggugah selera. Rasa Palai yang Gurih pedas bertemu dengan rasa asli ikan Bilih yang Gurih agak manis. Versi rumah makan Onang Palai Ikan Bilih dikombinasikan dengan rasa asam. Maka jadilah rasa gurih, asam, manis, pedas menjadi satu.

PEYEK IKAN BILIH.

Peyek ikan Bilih danau SingkarakSelain palai, warung Onang juga menyediakan menu khas Solok lainnya yaitu Sala(peyek) ikan Bilih. Peyeknya dibuat dari tepung beras dengan bumbu jahe, kunyit dan cabai.

Ikan bilih yang menjadi bahan utama Palai dan Sala merupakan ikan endemik danau Singkarak. Masyarakat setempat sudah lama memanfaatkan ikan bilih sebagai menu lauk pauk sehari-hari. Namun sekarang sudah jarang orang yang mampu membuat palai ikan bilih seperti jaman dulu, menurut ibu Rosna.

Jadi jangan lupa jika ke Danau Singkarak Sumatera Barat, mampirlah ke warung makan Onang untuk mencicipi palai dan sala ikan bilih yang menggugah selera.

 

 

Rendang

Posted in Uncategorized on December 20, 2010 by bungarahayuf

Rendang adalah masakan khas bagi orang minang.Umumnya rendang di masak waktu acara pesta,qiqah,sunatan.Waktu idul adha kebanyakan ibu-ibu daging yang di dapat dijadikan rendang karena rendang itu lebih tahan lama.Orang lebih banyak menyukai rendang di banding masakan lain.

Rendang buatan orang minang sangat berbeda bumbunya dengan orang lain.Perbeadaan itu sangat di rasakan oleh orang minang sendiri apabila dia mencoba rendang yang bukan di masak oleh orang minang.

 

 

 

Potret Alam

Posted in Uncategorized on December 20, 2010 by bungarahayuf

Sungguh memilukan ketika melihat hamparan ladang yang luas di nagari tercinta untuk kita tinggalkan, alamyang begitu bersahabat dengan kita, alam yang masih alami dengan hutan yang masih rindang, di hiasi oleh aliran sungai yang indah
baginilah kenyamanan yang terlihat di kampung tercintaku muaro paiti

Terdapat potret Pemandian Air Panas yang terletak di belahan timur dari nagari muaro paiti..
sungai batanga kapur yang mengalir di sepanjang kecamatan dari galugua hingga muaro paiti bagian timur..

 

Ini adalah sungai yang ada di tempat saya.Sungai ini sering digunakan oleh anak-anak untuk mandi pada sore hari karena memang begitu kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak sepulang dari sekolah di kala hari telah sore..

 

Gambar pemandangan yang sangat indah untuk dipandang

 

 

Terima kasih

Mudah-mudahan berkenan di hati dan hati tersa damai setelah melihat keadaan alam di negeri ku tercinta..,,